𝑭𝒐𝒕𝒐: 𝑭𝒂𝒄𝒆𝒃𝒐𝒐𝒌
Pertanyaan:
Assalamualaikum izin bertanya yi kenapa kok pada lafadz jual beli itu pakek fiil madhi ُاِشتريت kan masih dalam keadaan jual beli
[𝐒𝐮𝐥𝐦𝐞𝐧]
Jawaban:
Waalaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh
Syeikh Wahbah Zuhaili dalam karyanya menyebutkan 👇
اتفق الفقهاء على صحة انعقاد العقد بالفعل الماضي، لأن صيغته أدل على المراد وأقرب إلى تحقيق مقصود وهو إنشاؤها في الحال، فينعقد بها العقد من غير توقف على شيء آخر كالنية أو القرينة، وقد تعارف الناس استعمال هذه الصيغة (3)، وأقرهم الإسلام عليها واستعملها الرسول صلّى الله عليه وسلم في جميع العقود، لإفادتها تنجيز العقد حالاً ودلالتها على الإرادة الجازمة وحدوث الشيء قطعاً من غيراحتمال معنى آخر، مثل بعت، واشتريت، ورهنت، ووهبت، وزوجت، وأعرت، وقبلت، ونحو ذلك.
“Para ahli fikih (fuqaha) telah sepakat mengenai sahnya akad (perjanjian) yang dilakukan dengan menggunakan kata kerja bentuk lampau (fi’il madhi). Hal ini dikarenakan bentuk tersebut lebih menunjukkan maksud yang diinginkan dan lebih dekat untuk mewujudkan tujuan akad, yaitu menetapkannya pada saat itu juga.
Maka, akad dianggap sah dengan kata kerja tersebut tanpa bergantung pada hal lain seperti niat atau tanda-tanda pendukung lainnya (qarinah). Masyarakat pun telah terbiasa menggunakan bentuk ungkapan ini, dan Islam mengakuinya serta Rasulullah ﷺ juga menggunakannya dalam semua akad.
Alasannya adalah karena bentuk lampau memberikan faedah ketetapan akad secara langsung (tanjiz) dan menunjukkan keinginan yang kuat (iradah jazimah) serta terjadinya sesuatu secara pasti tanpa mengandung kemungkinan makna lain. Contohnya seperti ucapan: 'Aku telah menjual', 'Aku telah membeli', 'Aku telah menjaminkan', 'Aku telah menghibahkan', 'Aku telah menikahkan', 'Aku telah meminjamkan', 'Aku telah menerima', dan sejenisnya”
[Al Fiqh Al Islami Wa Adillatuhu IV/2935, Cet. Al Maktabah As Syamilah]
Berdasarkan pernyataan Syeikh Wahbah Zuhaili yang bahasanya sudah dialihkan maka dapat diketahui bahwa ketika jual beli sah menggunakan sighat Fe'el Madhi (masa Lampau) dengan alasan:
1. Praktek itu sudah ditunjukkan oleh sunah Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam, artinya dilakukan oleh beliau dan sudah tradisi masyarakat.
2. Sighat lampu menunjukkan keinginan yang kuat melakukan akad jual beli , tidak ada indikasi maksud lain selain jual beli, menunjukkan akad sedang berlangsung.
Karenanya, walaupun secara makna sebagaimana kita pelajari di Ilmu Nahwu Sharaf Fe'el Madhi menunjukkan masa yang lampau yaitu yang sudah terjadi bukan berarti di bab jual beli menunjukkan barang sudah dibeli, tapi itu menunjukkan keinginan kuat melakukan jual beli dan khususnya membeli barang dan itu telah ada syariatnya.
Wallahu A'lam
(Dijawab oleh: 𝐈𝐬𝐦𝐢𝐝𝐚𝐫 𝐀𝐛𝐝𝐮𝐫𝐫𝐚𝐡𝐦𝐚𝐧 𝐀𝐬 𝐒𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢)
𝑳𝒊𝒏𝒌 𝑫𝒊𝒔𝒌𝒖𝒔𝒊:
