2023. 𝐇𝐔𝐊𝐔𝐌 𝐌𝐄𝐋𝐄𝐓𝐀𝐊𝐊𝐀𝐍 𝐊𝐈𝐓𝐀𝐁 𝐈𝐋𝐌𝐔 𝐒𝐘𝐀𝐑'𝐈 𝐏𝐀𝐃𝐀 𝐋𝐀𝐍𝐓𝐀𝐈

Foto: Kompasiana.com



Pertanyaan:
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh wamaghfirotuh 

 izin bertanya, ustadz² 🙏🏻
 bagaimana meletakan buku sholawatan /kitab (yg ada seditkit al-qur'an) dilantai tanpa ada dzon meremehkan serta refrensinya ustadz?
[𝐇𝐚𝐫𝐮𝐧]

Jawaban:
Waalaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh 

Syekh Bujairami menyebutkan 👇

وَيَحْرُمُ وَضْعُ الْمُصْحَفِ عَلَى الْأَرْضِ بَلْ لَا بُدَّ مِنْ رَفْعِهِ عُرْفًا وَلَوْ قَلِيلًا اهـ. كَذَا بِخَطِّ الْمَيْدَانِيِّ م د.
“Diharamkan meletakkan Mushaf diatas tanah (lantai) bahkan sedapat mungkin meninggikannya menurut urf (penilaian umum) walaupun sedikit, habis. Demikianlah disebutkan pada catatan kaki Syeikh Al Madabingi”.
[Hasyiyah Al Bujairami Ala Al Khathib I/376]

Lihatlah keterangan diatas! Meletakkan Al Qur'an pada lantai dinilai perbuatan haram walaupun tidak ada niat merendahkan, karena Mushaf atau Al Qur'an adalah kitab yang mulia tidak layak diletakkan pada tempat yang dapat memungkinkan ada unsur penghinaan. Lalu bagaimana dengan kitab Ilmu Syar'i lainnya walaupun tidak memuat ayat Al Qur'an? 

Dalam hal ini Syekh Qulyubi menjelaskan 👇

(تَنْبِيهٌ) يَجْرِي فِي كُتُبِ الْعِلْمِ الشَّرْعِيِّ وَآلَتِهِ مَا فِي الْمُصْحَفِ غَيْرُ تَحْرِيمِ الْمَسِّ وَالْحَمْلِ لِأَنَّهُ يُشْعِرُ بِالْإِهَانَةِ.
“(Peringatan!) Berlaku pada kitab-kitab ilmu syariat dan ilmu alat (seperti kaidah bahasa Arab), aturan yang sama sebagaimana berlaku pada Mushaf Al-Qur'an, kecuali dalam hal keharaman menyentuh dan membawanya (bagi orang yang berhadas). Hal ini dikarenakan [perlakuan tidak layak terhadap kitab-kitab tersebut] dapat mengesankan adanya unsur penghinaan (ihanah)”
[Hasyiyah Al Qulyubi Wa 'Amirah I/41]

Pernyataan Syeikh Qulyubi diatas juga dikutip oleh Syeikh Sulaiman Al Jamal dari Syeikh Al Birmawi 👇

(تَنْبِيهٌ) يَجْرِي فِي كُتُبِ الْعِلْمِ الشَّرْعِيِّ وَآلَتِهِ مَا فِي الْمُصْحَفِ غَيْرَ تَحْرِيمِ الْمَسِّ وَالْحَمْلِ؛ لِأَنَّهُ يُشْعِرُ بِالْإِهَانَةِ اهـ بِرْمَاوِيٌّ.
[Hasyiyah Al Jamal Ala Syarh Al Manhaj I/78]

Berdasarkan keterangan diatas maka kitab-kitab ilmu syari'at walaupun tidak memuat ayat Al Qur'an seperti umumnya kitab Ilmu bahasa Arab disamakan dengan ketentuan Mushaf dari segi tidak boleh. Oleh karena Al Qur'an tidak boleh diletakkan di lantai maka kitab ilmu syar'i juga haram diletakkan di lantai karena mengesankan penghinaan terhadap kitab ilmu syar'i. Seyogyanya kita memuliakan kitab Ilmu Syar'i terutama kitab ada memuat ayat Al Qur'an seperti umumnya Kitab Fiqih dan hendaknya diletakkan pada tempat yang terhormat dan tidak diletakkan di lantai walaupun lantai suci tapi diberi alas walaupun sedikit seperti kain dan semisalnya. Ini bila kita bicara Madzhab Syafi'i, sedangkan di Madzhab lain seperti Madzhab Hanafi tidak menghukumi haram tapi sekedar Makruh.

وَقَالُوا: يُكْرَهُ أَنْ يَمُدَّ رِجْلَيْهِ فِي النَّوْمِ وَغَيْرِهِ إلَى الْقِبْلَةِ أَوْ الْمُصْحَفِ أَوْ كُتُبِ الْفِقْهِ إلَّا أَنْ تَكُون عَلَى مَكَان مُرْتَفِعٍ عَنْ الْمُحَاذَاةِ
[Fathul Qadir I/420]

Wallahu A'lamu Bis Shawaab

(Dijawab oleh: 𝐈𝐬𝐦𝐢𝐝𝐚𝐫 𝐀𝐛𝐝𝐮𝐫𝐫𝐚𝐡𝐦𝐚𝐧 𝐀𝐬 𝐒𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢)

𝑳𝒊𝒏𝒌 𝑫𝒊𝒔𝒌𝒖𝒔𝒊:

Komentari

Lebih baru Lebih lama