2052. 𝐇𝐈𝐊𝐌𝐀𝐇 𝐃𝐈𝐒𝐔𝐍𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍 𝐀𝐐𝐈𝐐𝐀𝐇

Foto: Al Haqqi Tour


Pertanyaan:
Yai boleh mohon jelaskan hikmah dibalik disunnahkan nya aqiqah serta referensi nya 🙏
[𝐈𝐛𝐧𝐮 𝐀𝐝𝐧𝐚𝐧 𝐀𝐥 𝐆𝐡𝐚𝐳𝐚𝐥𝐢]

Jawaban:
𝐇𝐈𝐊𝐌𝐀𝐇 𝐊𝐄𝐒𝐔𝐍𝐀𝐇𝐀𝐍 𝐀𝐐𝐈𝐐𝐀𝐇

1. Ungkapan Kegembiraan atas Nikmat Allah Azza wa Jalla
2. Mengumumkan Nasab Anak dengan Cara yang Santun
3. Menumbuhkan Sifat Dermawan dan Melawan Kekikiran
4. Menyenangkan Hati Keluarga, Kerabat, Teman, dan Fakir Miskin.

حكمة تشريع العقيقة:
في تشريع العقيقة أسرار بديعة، ومصالح جمّة، وفوائد كثيرة نذكر منها ما يلي:
1 - الاستبشار بنعمة الله عزّ وجلّ، حيث يَسّر الوضع، ورزق الوالدين الولد، والولد محبَّب للوالدين، فينبغي شكر واهبه، والمنعِم به.

قال الله عزّ وجلّ: [وَإِن تَشْكُرُوا يَرْضَهُ لَكُمْ] (الزمر: 7).

وقال سبحانه وتعالى [لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ] (إبراهيم: 7).

وقال تبارك وتعالى: [لْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا] (الكهف: 46).

وقال عز من قائل: [زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاء وَالْبَنِينَ] (آل عمران: 14).

2 - التلطف بإشاعة نسب الولد ونشره، إذ لابدّ من نشر ذلك وإشاعته، لئلا يقال فيه ما لا يحب، فكانت العقيقة أحسن وسيلة لذلك.

3 - إنماء مُلْكة السخاء والكرم عند الإنسان، وعصيان داعية الشح الذي أحضرته النفوس.

قال الله تعالى: [وَأُحْضِرَتِ الأَنفُسُ الشُّحَّ] (النساء: 128).

وقال جل جلاله: [وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ] (الحشر: 9).

4 - تطيب قلوب الأهل والأقارب والأصدقاء والفقراء، وذلك بجمعهم على الطعام، وبالتقائهم حوله تكون المودّة والمحبة والألفة، والإسلام دين ألفة ومحبّة واجتماع.

𝐇𝐈𝐊𝐌𝐀𝐇 𝐃𝐈𝐒𝐘𝐀𝐑𝐈𝐀𝐓𝐊𝐀𝐍 𝐀𝐐𝐈𝐐𝐀𝐇

Dalam syariat aqiqah terdapat rahasia yang indah, maslahat yang melimpah, serta manfaat yang banyak. Berikut adalah beberapa di antaranya:
1. Ungkapan Kegembiraan atas Nikmat Allah Azza wa Jalla
Aqiqah adalah bentuk syukur karena Allah telah memudahkan proses persalinan dan mengaruniakan anak kepada kedua orang tua. Mengingat anak adalah dambaan orang tua, maka sudah sepatutnya mereka bersyukur kepada Sang Pemberi nikmat.
Allah Azza wa Jalla berfirman: "Dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai kesyukuranmu itu bagimu." (QS. Az-Zumar: 7).
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu." (QS. Ibrahim: 7).
Allah Tabaraka wa Ta'ala berfirman: "Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia." (QS. Al-Kahfi: 46).
Allah berfirman: "Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak..." (QS. Ali Imran: 14).
2. Mengumumkan Nasab Anak dengan Cara yang Santun
Penting untuk menyebarluaskan informasi mengenai kelahiran dan nasab (garis keturunan) seorang anak agar tidak muncul prasangka atau perkataan buruk di kemudian hari. Aqiqah merupakan sarana terbaik untuk tujuan tersebut.
3. Menumbuhkan Sifat Dermawan dan Melawan Kekikiran
Aqiqah melatih seseorang untuk memiliki karakter pemurah dan dermawan, serta mendidik jiwa untuk melawan sifat kikir (pelit) yang secara alami ada dalam diri manusia.
Allah Ta'ala berfirman: "Walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir." (QS. An-Nisa: 128).
Allah Jalla Jalaluhu berfirman: "Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung." (QS. Al-Hasyr: 9).
4. Menyenangkan Hati Keluarga, Kerabat, Teman, dan Fakir Miskin


Hal ini dilakukan dengan cara mengumpulkan mereka untuk makan bersama. Pertemuan tersebut akan menumbuhkan rasa kasih sayang, cinta, dan keakraban. Islam adalah agama yang menjunjung tinggi kebersamaan, cinta, dan persatuan.
[Al Fiqh Al Manhaji Ala Madzhab Al Imaam As Syafi'i III/57]

وحكمتها: شكر نعمة الله تعالى برزق الولد، وتنمية فضيلة الجود والسخاء وتطييب قلوب الأهل والأقارب والأصدقاء بجمعهم على الطعام، فتشيع المحبة والمودة والألفة.

𝐇𝐈𝐊𝐌𝐀𝐇 𝐀𝐐𝐈𝐐𝐀𝐇

Dan hikmahnya adalah: bersyukur atas nikmat Allah Ta'ala atas dikaruniakannya seorang anak, menumbuhkan keutamaan sifat dermawan dan kemurahan hati, serta menyenangkan hati keluarga, kerabat, dan teman-teman dengan cara mengumpulkan mereka untuk makan bersama, sehingga tersebarlah rasa kasih sayang, cinta, dan keakraban.
[Al Fiqh Al Islami Wa Adillatuhu IV/2746]

Wallahu A'lamu Bis Shawaab

(Dijawab oleh: 𝐈𝐬𝐦𝐢𝐝𝐚𝐫 𝐀𝐛𝐝𝐮𝐫𝐫𝐚𝐡𝐦𝐚𝐧 𝐀𝐬 𝐒𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢)

Link Diskusi:

Komentari

Lebih baru Lebih lama