Foto: pngtree
Pertanyaan:
Assalamualaikum
Ini hukum nya bagaimana syaikh? Adakah ibarot nya
[𝐀𝐛𝐝𝐮𝐥 𝐀𝐳𝐢𝐳]
Jawaban:
Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh
Saya sering mengingatkan jenis shalat seperti itu tidak diakui dalam ranah fiqih, terbukti di kitab Fiqih Mu'tabar sama sekali tidak ada menyebutkan jenis shalat seperti itu. Walaupun dalam karyanya Syeikh Abdul Qadir Al Jailani menyebutkan dasar haditsnya tapi silahkan tanyakan orang ahli agama tentu tidak terdapat hadits itu dalam kitab yang Mu'tabar, sedangkan Ibadah shalat dalam ranah fiqih baru diakui jika berlandaskan Hadits yang shahih atau Hasan dan minimal Dha'if bukan sangat Dha'if. Oleh karena itu, saya pribadi termasuk orang yang tidak mengamalkan jenis shalat seperti itu, karena jenis shalat seperti itu banyak diamalkan ulama bidang tasawuf ataupun tarikat tanpa memandang kesahihan hadits bahkan tanpa dasar hadits pada umumnya sebagaimana disinggung oleh Syeikh Ibnu Hajar Al Haitami dalam kitab Tuhfah. Karenanya, berdasarkan penjelasan ini dapatlah dimengerti gimana letak hukum jenis shalat Isra' Mi'raj sebagaimana ditanyakan itu, walaupun disetiap website bahkan postingan menganjurkan jenis shalat ini, bagi yang mengamalkan itu hak masing-masing.
Wallahu A'lam
Ibarat yang ditanyakan 👇
الغنية لطالبي طريق الحق للشيخ عبد القادر الجيلاني الجـــــــــزء الأول صـــــــــ ٣٣٢ المكتبة الشاملة و صـــــــــ ٣٣٢ بدون الجزء في دار الكتب العلميه
وأخبرنا هبة الله بإسناده عن الحسن البصري -رحمه الله- قال: "كان عبد الله بن عباس -رضي الله عنهما- إذا كان يوم السابع والعشرين من رجب أصبح معتكفًا وظل مصليًا إلى وقت الظهر، فإذا صلى الظهر تنفل هنيهة، ثم صلى أربع ركعات يقرأ في كل ركعة {الحمد لله ...} مرة، والمعوذتين مرة، و {إنا أنزلناه في ليلة القدر ....} ثلاثًا، و {قل هو الله أحد ...} خمسين مرة، ثم يخلد إلى الدعاء إلى قوت العصر ويقول: هكذا كان يصنع رسول الله -صلى الله عليه وسلم- في هذا اليوم".
(Dijawab oleh: 𝐈𝐬𝐦𝐢𝐝𝐚𝐫 𝐀𝐛𝐝𝐮𝐫𝐫𝐚𝐡𝐦𝐚𝐧 𝐀𝐬-𝐒𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢 Via chat WhatsApp jalur pribadi)
