Foto: Gemini
Pertanyaan:
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته.
Izin bertanya.
Betulkah jika isteri buat kerja rumah seperti memasak menyapu, membasuh pinggan dan sebagainya,suami harus bagi upah?
[Noor Akmal]
Jawaban:
Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh
Benar menurut Madzhab Syafi'i, karena pekerjaan rumah tangga bukan kewajiban istri sehingga ia wajib memberikan upah pelayanan itu semisal memasak, mengadon roti, menyapu dan sebagainya kecuali ia sendiri yang mengerjakan itu semua. Suami pula wajib memberitahu istri bahwa pekerjaan rumah tangga semacam mencuci, memasak dan mencuci bukan kewajiban istri agar si istri tidak mengetahui bahwa hal tersebut tidak wajib, ia akan menyangka bahwa itu adalah kewajiban, dan ia akan merasa tidak berhak mendapatkan nafkah serta pakaian jika tidak melakukannya. Kondisi ini membuatnya seolah-olah terpaksa melakukan pekerjaan tersebut.
Meskipun demikian, jika istri tetap melakukannya sementara suami tidak memberitahunya, maka ada kemungkinan istri tidak berhak mendapatkan upah atas pekerjaannya tersebut, karena kelalaiannya sendiri yang tidak mencari tahu atau bertanya mengenai hukum hal itu.
Sementara menurut Madzhab Hanafi pekerjaan rumah tangga sebagaimana disebutkan itu adalah tugas istri yang wajib secara agama. Namun si istri tidak boleh mengambil upah dari pekerjaan itu. Pernyataan Madzhab Hanafi ini sejalan dengan pernyataan Syeikh Wahbah Zuhaili yang menyebutkan si istri tidak berhak mengambil upah dari pekerjaannya.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa mengenai pekerjaan rumah tangga yang umum dilakukan istri seperti memasak, menyapu dan mencuci terjadi perselisihan pendapat apakah termasuk kewajiban istri atau bukan dan ada perselisihan pula kewajiban atau berhak tidak si istri menerima upah dari pekerjaan itu, ringkasnya 👇
1. Menurut Madzhab Syafi'i tugas rumah tangga sebagaimana disebutkan bukan tugas istri tapi suami wajib memberitahu istri bahwa pekerjaan itu tidak wajib dan konsekuensinya; ketika tidak wajib bagi istri maka suami berkewajiban memberikan biaya atau upah itu semua kecuali si istri tidak tahu ia bukan kewajiban istri karena iya tidak bertanya dan tidak mau mencari tahu maka menurut Syeikh Syibramalisy tidak wajib si istri menerima upah dari pekerjaan itu.
2. Menurut Madzhab Hanafi tugas rumah tangga merupakan kewajiban bagi istri secara agama bukan secara konteks peradilan negara dan meskipun sebagai kewajiban tapi istri tidak boleh menerima upah dari pekerjaan itu. Ini artinya, Suami tidak wajib memberinya upah, karena kalau itu wajib tentu si istri boleh menerimanya. Pendapat ini juga sejalan dengan pendapat Syeikh Wahbah Zuhaili, Hanya saja menurut beliau Tugas rumah tangga itu bukan kewajiban istri dan istri tidak berhak mendapatkan upah.
Wallahu A'lam
Ibarat :
حاشية إعانة الطالبين الجـــــــــزء الرابع صـــــــــ ٦٧
(و) مع (مؤنة) كأجرة طحن وعجن وخبز وطبخ ما لم تكن من قوم اعتادوا ذلك بأنفسهم، كما جزم به ابن الرفعة والاذرعي، وجزم غيرهما بأنه لا فرق(قوله: ومع مؤنة) أي تتعلق بالقوت وبالادم (قوله: كأجرة طحن الخ) تمثيل للمؤنة المتعلقة بما ذكر، ومحل وجوب ما ذكر ما لم يتول ذلك بنفسه، وإلا فلا أجرة ولو باعته أو أكلته حبا استحقتها ويوجه بأنه بطلوع الفجر تلزمه تلك المؤن فلم تسقط بما فعلته وقوله وعجن الخ: أي وأجرة عجن وأجرة خبز وأجرة طبخ وفي ع ش ما نصه: وقع السؤال في الدرس هل يجب على الرجل إعلام زوجته بأنها لا تجب عليها خدمته بما جرت به العادة من الطبخ والكنس ونحوهما مما جرت به عادتهم أم لا؟ وأجبنا عنه بأن الظاهر الاول لانها إذا لم تعلم بعدم وجوب ذلك ظنت أنه واجب وأنها لا تستحق نفقة ولا كسوة إن لم تفعله فصارت كأنها مكرهة على الفعل، ومع ذلك لو فعلته ولم يعلمها فيحتمل أنه لا يجب لها أجرة على الفعل لتقصيرها بعدم البحث والسؤال عن ذلك اه (قوله: ما لم تكن من قوم إلخ) قيد في وجوب أجرة المذكورات عليه (قوله: وجزم غيرهما) أي غير ابن الرفعة والاذرعي وقوله بأنه لا فرق: أي في وجوب المؤن بين أن تكون من قوم اعتادوا ذلك بأنفسهم أم لا
الموسوعة الفقهية الكويتية الجـــــــــزء التاسع عشر صـــــــــ ٤٤
وَذَهَبَ الْحَنَفِيَّةُ إِلَى وُجُوبِ خِدْمَةِ الْمَرْأَةِ لِزَوْجِهَا دِيَانَةً لاَ قَضَاءً، لأَِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَسَّمَ الأَْعْمَال بَيْنَ عَلِيٍّ وَفَاطِمَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، فَجَعَل عَمَل الدَّاخِل عَلَى فَاطِمَةَ، وَعَمَل الْخَارِجِ عَلَى عَلِيٍّ. (1) وَلِهَذَا فَلاَ يَجُوزُ لِلزَّوْجَةِ - عِنْدَهُمْ - أَنْ تَأْخُذَ مِنْ زَوْجِهَا أَجْرًا مِنْ أَجْل خِدْمَتِهَا لَهُ.
ــــــــــــــــــــــــــــــ
(1) الحديث تقدم تخريجه في ف / 8.
الفقه الاسلامي وأدلته الجـــــــــزء التاسع صـــــــــ ٦٨٥٠
واجب الزوجة
أما واجب الزوجة: فلا يجب عليها خدمة زوجها في الخبز والطحن والطبخ والغسل وغيرها من الخدمات، وعليه أن يأتيها بطعام مهيأ إن كانت ممن لا تخدم نفسها؛ لأن المعقود عليه من جهتها هو الاستمتاع فلا يلزمها ما سواه، لكن لا يجوز لمن تخدم نفسها وتقدر على الخدمة أخذ الأجرة على عمل البيت، لوجوبه عليها ديانة، حتى ولو كانت شريفة؛ لأنه عليه الصلاة والسلام قسم الأعمال بين علي وفاطمة رضي الله عنهما، فجعل أعمال الخارج على علي، والداخل على فاطمة مع أنها سيدة نساء العالمين.
(Dijawab oleh: Ismidar Abdurrahman As Sanusi)
Link Diskusi:
