2018. 𝐀𝐍𝐓𝐀𝐑𝐀 𝐒𝐇𝐀𝐋𝐀𝐓 𝐁𝐄𝐑𝐉𝐀𝐌𝐀'𝐀𝐇 𝐌𝐄𝐍𝐉𝐀𝐃𝐈 𝐌𝐀𝐒𝐁𝐔𝐐 𝐀𝐓𝐀𝐔 𝐒𝐇𝐀𝐋𝐀𝐓 𝐒𝐄𝐍𝐃𝐈𝐑𝐈𝐀𝐍 𝐌𝐀𝐍𝐀𝐊𝐀𝐇 𝐘𝐀𝐍𝐆 𝐀𝐅𝐃𝐇𝐀𝐋?

Foto: DILEMA MAKMUM MUWAFIQ DAN MASBUQ - Pondok Pesantren Sunan Bejagung
Pondok Pesantren Sunan Bejagung


Pertanyaan:
Assalamu'alaikum

Ketika sedang puasa sunah, kan berbuka puasa dulu otomatis shalat maghribnya kalau berjamaah pasti terlambat

Pertanyaan :

Lebih utama mana, shalat berjamaah di masjid tapi terlambat (masbuk) atau shalat sendiri di rumah? 

Terimakasih
[+62 823-1713-7563]

Jawaban:
Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh 

Shalat fardhu lebih utama Shalat berjamaah daripada shalat sendirian mengingat Hadits 👇

صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً
"Shalat berjamaah adalah Afdhal (lebih utama) ketimbang shalat sendirian dengan 27 derajat" (HR. Bukhari dan Muslim). Salah satu riwayat disebutkan "Dengan 25 derajat".

Berdasarkan hadits tersebut Shalat berjamaah adalah lebih utama dari shalat sendirian karena seseorang yang melakukan shalat dengan berjamaah memperoleh Fadhilah berjamaah 27 atau 25 derajat dan pahala itu tidak didapati oleh orang yang shalat sendirian.

Nah! Merujuk pertanyaan yang diajukan Yaitu lebih utama mana kah antara shalat berjamaah tapi terlambat atau menjadi makmum masbuq atau shalat sendirian? Maka untuk menentukan Afdhal antara keduanya harus terlebih dahulu menimbang alasan yaitu apakah makmum masbuq tetap memperoleh Fadhilah berjamaah yang disebutkan di atas? Bila sekiranya tetap memperoleh Fadhilah berjamaah itu maka sudah barang tentu shalat berjamaah lebih utama ketimbang shalat sendirian. 

Terdapat keterangan yang menyebutkan bahwa Makmum masbuq tetap memperoleh Fadhilah berjamaah yang 27 atau 25 derajat itu selagi imam belum salam karena ia masih menemui rukun bersama imam, kendatipun kualitas pahala itu dibawah dari Makmum yang memang membersamai imam dari awal. Artinya, makmum masbuq beroleh Fadhilah berjamaah yang kualitasnya dibawah yakni kurang sempurna dari segi kualitasnya bukan dari segi jumlah Fadhilah. Misalnya si A beroleh uang 100.000 karena jerih payahnya bekerja dari awal sampai akhir dan si B juga beroleh uang 100.000 padahal dia kerja tidak dari awal dan si A beroleh uang yang bersih bak Baru keluar dari Bank sementara si B mendapatkan uang agak lusuh. Begitu pula dengan kasus makmum masbuq Yakni secara jumlah dia beroleh Fadhilah yang sama dengan makmum mendapati takbiratul ihram bersama imam tapi secara kualitas dia beroleh pahala dibawah yang dari awal yakni kurang sempurna walaupun sama dari segi jumlah.

Berdasarkan keterangan diatas jelaslah bahwa antara shalat berjamaah tapi terlambat atau menjadi makmum masbuq atau shalat sendirian maka yang Afdhal tetap shalat berjamaah dengan menimbang alasan Bahwa makmum masbuq tetap memperoleh Fadhilah berjamaah sedangkan orang yang shalat sendirian tidak memperoleh Fadhilah berjamaah tersebut.

Wallahu A'lam 

Ibarat :

حاشية إعانة الطالبين الجـــــــــزء الثاني صـــــــــ ١٠-١١
(وتدرك جماعة) في غير جمعة، أي فضيلتها، للمصلي (ما لم يسلم إمام) أي لم ينطق بميم عليكم في التسليمة الاولى، وإن لم يقعد معه بأن سلم عقب تحرمه لادراكه ركنا معه، فيحصل له جميع ثوابها وفضلها، لكنه دون فضل من أدركها كلها.
.....(قوله: فيحصل له الخ) تفريع على كونه يدرك الجماعة ما لم يسلم الإمام، وهذا يغني عنه قوله أولا أي فضيلتها، إلا أن يقال أتى به للاستدراك بعده وقوله: جميع ثوابها وفضلها هما بمعنى واحد، وهو السبع والعشرون، أو الخمس والعشرون وقوله: لكنه دون فضل إلخ أي كيفا لا عددا، فلا ينافي ما قبله وفي النهاية: ومعنى إدراكها حصول أصل ثوابها وأما كماله: فإنما يحصل بإدراكها مع الإمام من أولها إلى آخرها، ولهذا قالوا لو أمكنه إدراك بعض جماعة ورجا إقامة جماعة أخرى فانتظارها أفضل، ليحصل له كمال فضيلتها تامة.اه وقوله: وأما كماله أي كيفا، كما علمت

(Dijawab oleh: Ismidar Abdurrahman As Sanusi)

Link Diskusi:

Komentari

Lebih baru Lebih lama