2133. 𝗝𝗔𝗠𝗔'𝗔𝗛 𝗝𝗨𝗠'𝗔𝗧 𝗞𝗨𝗥𝗔𝗡𝗚 𝗗𝗔𝗥𝗜 40 𝗢𝗥𝗔𝗡𝗚 𝗣𝗔𝗗𝗔 𝗦𝗨𝗔𝗧𝗨 𝗞𝗔𝗠𝗣𝗨𝗡𝗚 𝗗𝗜𝗦𝗘𝗕𝗔𝗕𝗞𝗔𝗡 𝗦𝗘𝗕𝗔𝗚𝗜𝗔𝗡 𝗝𝗨𝗠'𝗔𝗧 𝗗𝗜 𝗞𝗔𝗠𝗣𝗨𝗡𝗚 𝗟𝗔𝗜𝗡, 𝗛𝗔𝗥𝗨𝗦 𝗚𝗜𝗠𝗔𝗡𝗔?

(Foto: YouTube)

𝗣𝗲𝗿𝘁𝗮𝗻𝘆𝗮𝗮𝗻:
Masalah jumatan
Gimana klo satu kampung ada 40 akil baleg bahkan lebih kan kewajiban mlaksanakan jumat. 
Yg jadi pertanyaan nya gimana pas mau melaksanakan jumatan orang nya sebagian kecil pada ga mau atau pada pergi dari kampung itu 
jadinya kan kurang dari 40 tuh. 
Itu gimana 

Apa pada saat itu juga berpegang pada qoul yg membolehkan 7 orang yg ahli jumat itu apa gimana??
[+62 831-6077-2776]

𝗝𝗮𝘄𝗮𝗯𝗮𝗻:
Apabila pada suatu kampung sudah bisa mendirikan shalat Jum'at seperti mencukupi syaratnya semisal jamaahnya ada bahkan lebih 40 orang tapi sebagian mereka tidak mau melakukan shalat Jum'at dikampung tersebut atau Sebagian mereka malah memilih shalat Jum'at dikampung sebelah sebagaimana ditanyakan maka bagi jama'ah yang mau melakukan shalat Jum'at yang tersisa itu Yaitu kurang dari 40 orang wajib mencari atau berjalan ditempat pelaksanaan shalat Jum'at terdekat sekiranya mereka mendengar suara adzan Jum'at. Hal ini karena keadaan mereka tidak mencukupi syarat melakukan shalat Jum'at dikampung mereka. Namun, menurut Imam Ramli mereka yang mau melakukan shalat Jum'at yang tersisa tersebut tidak diwajibkan berjalan ke tempat terdekat karena keadaan mereka sudah wajib Jum'at dikampung mereka dan karena sebagian mereka tidak mau melakukan shalat Jum'at disitu dianggap udzur dan yang mencegah mereka melakukan shalat Jum'at dikampung mereka disebabkan oleh orang lain. Lain halnya jika memang jama'ah mereka memang kurang dari 40 sebenarnya maka wajib bagi mereka berjalan ke daerah terdekat yang melakukan shalat Jum'at karena memang asalnya dikampung mereka tidak mencukupi syarat melakukan shalat Jum'at dikampung tersebut. 

Oleh karena itu, Bila jama'ah Jum'at kurang dari 40 orang disebabkan sebagian mereka tidak mau melakukan shalat Jum'at dikampung sendiri atau sebagian mereka memilih shalat Jum'at dikampung sebelah maka bagi jama'ah yang mau melakukan Jum'at wajib berjalan di kampung terdekat sekiranya mereka mendengar seruan shalat Jum'at (Adzannya), kecuali menurut Imam Ramli tidak wajib bagi mereka yang mau melakukan shalat Jum'at berjalan ke kampung sebelah walaupun mereka mendengar seruan shalat Jum'at karena dianggap udzur. Namun, tidak ada keterangan lebih lanjut bila berpijak pada pendapat Imam Ramli ini apakah jama'ah yang tersisa itu tetap melakukan shalat Jum'at atau shalat Dzuhur; namun shalat Dzuhur sepertinya lebih tepat karena berdasarkan pendapat yang Mu'tamad di Madzhab Syafi'i tidak mengabsahkan shalat Jum'at kurang 40 orang, meskipun demikian, bila tetap melakukan shalat Jum'at masih dibenarkan dengan berpijak pada pendapat sebagian Ulama Syafi'iyah yang mengabsahkan shalat Jum'at kurang 40 orang dan itu dikuatkan dengan Ulama besar seperti Imam Suyuthi dan Disunahkan iaadah Dzuhur demi hati-hati. Tapi, karena tidak ada keterangan eksplisit terkait ini maka langkah yang terbaik adalah melakukan shalat Dzuhur dan lebih baik lagi shalat Jum'at dikampung sebelah.

Wallahu A'lam 

(Dijawab oleh: 𝗜𝘀𝗺𝗶𝗱𝗮𝗿 𝗔𝗯𝗱𝘂𝗿𝗿𝗮𝗵𝗺𝗮𝗻 𝗔𝘀 𝗦𝗮𝗻𝘂𝘀𝗶)

Ibarat:

حاشية إعانة الطالبين الجـــــــــزء الثاني صـــــــــ ٦٠
وَإِذَا لَمْ يَكُنْ فِي الْقَرْيَةِ جَمْعٌ تَنْعَقِدُ بِهِمُ الْجُمُعَةُ - وَلَوْ بِامْتِنَاعِ بَعْضِهِمْ مِنْهَا - يَلْزَمُهُمُ السَّعْيُ إِلَى بَلَدٍ يَسْمَعُونَ مِنْ جَانِبِهِ النِّدَاءَ
(قَوْلُهُ: وَإِذَا لَمْ يَكُنْ فِي الْقَرْيَةِ جَمْعٌ تَنْعَقِدُ بِهِمُ الْجُمُعَةُ) النَّفْيُ مُسَلَّطٌ عَلَى الْقَيْدِ وَهُوَ تَنْعَقِدُ، أَيْ وَإِذَا كَانَ فِي الْقَرْيَةِ جَمْعٌ لَا تَنْعَقِدُ بِهِمْ، بِأَنْ يَكُونُوا أَقَلَّ مِنْ أَرْبَعِينَ، أَوْ كَانُوا أَرْبَعِينَ لَكِنَّ بَعْضَهُمْ لَيْسَ مُسْتَوْطِنًا، أَوْ امْتَنَعَ مِنْ حُضُورِهَا، كَمَا يُفِيدُ هَذَا الْغَايَةُ بَعْدَهُ. (وَقَوْلُهُ: وَلَوْ بِامْتِنَاعِ بَعْضِهِمْ مِنْهَا) أَيْ وَلَوْ انْتَفَى انْعِقَادُ الْجُمُعَةِ بِالْجَمْعِ الَّذِي فِي الْقَرْيَةِ بِسَبَبِ امْتِنَاعِ بَعْضِ مَنْ تَنْعَقِدُ بِهِ مِنَ الْجُمُعَةِ، بِأَنْ يَكُونَ الْعَدَدُ الْمُعْتَبَرُ لَا يَكْمُلُ إِلَّا بِهِ. قَالَ سم: وَتَوَقَّفَ فِي ذَلِكَ م ر وَجَوَّزَ مَا هُوَ الْإِطْلَاقُ مِنْ أَنَّهُ حَيْثُ كَانَ فِيهِمْ جَمْعٌ تَصِحُّ بِهِ الْجُمُعَةُ ثُمَّ تَرَكُوا إِقَامَتَهَا: لَمْ يَلْزَمْ مَنْ أَرَادَهَا السَّعْيُ إِلَى الْقَرْيَةِ الَّتِي يَسْمَعُ نِدَاءَهَا، لِأَنَّهُ مَعْذُورٌ فِي هَذِهِ الْحَالَةِ لِأَنَّهُ بِبَلَدِ الْجُمُعَةِ، وَالْمَانِعُ مِنْ غَيْرِهِ. بِخِلَافِ مَا إِذَا لَمْ يَكُنْ فِيهِمْ جَمْعٌ تَصِحُّ بِهِ الْجُمُعَةُ، لِأَنَّ كُلَّ أَحَدٍ فِي هَذِهِ الْحَالَةِ مُطَالَبٌ بِالسَّعْيِ إِلَى مَا يَسْمَعُ نِدَاءَهُ، وَهُوَ مَحَلُّ جُمُعَتِهِ. اهـ. (قَوْلُهُ: يَلْزَمُهُمُ السَّعْيُ إلخ) جَوَابُ "إِذَا"، وَذَلِكَ لِقَوْلِهِ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: "مَنْ سَمِعَ النِّدَاءَ فَلَمْ يَأْتِهِ فَلَا صَلَاةَ لَهُ، إِلَّا مِنْ عُذْرٍ". وَقَوْلِهِ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: "الْجُمُعَةُ عَلَى مَنْ سَمِعَ النِّدَاءَ". (وَقَوْلُهُ: يَسْمَعُونَ) أَيْ وَلَوْ بِالْقُوَّةِ. (وَقَوْلُهُ: مِنْ جَانِبِهِ) أَيْ مِنْ طَرَفِ الْبَلَدِ الَّذِي يَلِي السَّامِعَ. (وَقَوْلُهُ: النِّدَاءَ) أَيْ نِدَاءَ شَخْصٍ صَيِّتٍ عُرْفًا يُؤَذِّنُ كَعَادَتِهِ فِي عُلُوِّ الصَّوْتِ وَهُوَ وَاقِفٌ بِمُسْتَوٍ، وَلَوْ تَقْدِيرًا مَعَ سُكُونِ الرِّيحِ، لِأَنَّهَا تَارَةً تُعِينُ عَلَى السَّمْعِ، وَتَارَةً تَمْنَعُهُ، وَسُكُونِ الصَّوْتِ لِأَنَّهُ يَمْنَعُ وُصُولَ النِّدَاءِ، وَاعْتُبِرَ مَا ذُكِرَ مِنَ الشُّرُوطِ، لِأَنَّهُ عِنْدَ وُجُودِهَا لَا مَشَقَّةَ عَلَيْهِ فِي الْحُضُورِ، بِخِلَافِهِ عِنْدَ فَقْدِهَا، أَوْ فَقْدِ بَعْضِهَا. وَأَفْهَمَ قَوْلُنَا بِمُسْتَوٍ وَلَوْ تَقْدِيرًا: أَنَّهُ لَوْ عَلِمَتْ قَرْيَةٌ سَمِعُوا النِّدَاءَ، وَلَوْ اسْتَوَتْ لَمْ يَسْمَعُوا، أَوْ انْخَفَضَتْ فَلَمْ يَسْمَعُوا وَلَوْ اسْتَوَتْ لَسَمِعُوا: وَجَبَتْ فِي الثَّانِيَةِ، دُونَ الْأُولَى لِتَقْدِيرِ الِاسْتِوَاءِ.

𝙇𝙞𝙣𝙠 𝘼𝙨𝙖𝙡>>

𝗔𝗿𝘁𝗶𝗸𝗲𝗹 𝘁𝗲𝗿𝗸𝗮𝗶𝘁:

Komentari

Lebih baru Lebih lama