(Foto: Muslim.or.id)
𝗣𝗲𝗿𝘁𝗮𝗻𝘆𝗮𝗮𝗻:
Assalamu'alaikum
Deskripsi :
Saya tinggal di perantauan, saya ingin berziarah untuk mengingat kematian.
Tapi saya tidak bisa pulang karena bekerja,
Pertanyaan :
bolehkah berziarah di makam umum yang dekat dengan kontrakan saya?
Terimakasih
[+62 823-1713-7563]
𝗝𝗮𝘄𝗮𝗯𝗮𝗻:
Waalaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh
Berziarah kubur dikuburan dekat kontrakan sampeyan diperbolehkan bila sekedar untuk mengingat kematian meskipun tidak tahu penghuni kubur. Namun, bila bertujuan mendoakan atau mengirim pahala disunahkan ziarah kubur jika penghuninya muslim. Demikian pula, bila ziarah kubur untuk ngalap berkah maka haruslah penghuni kuburnya orang shaleh.
Dengan demikian, bila sekedar untuk mengingat kematian ziarah kubur boleh dilakukan dikuburan mana saja tanpa mengenal penghuni kubur seperti yang ditanyakan.
(فَائِدَةٌ) زِيَارَةُ الْقُبُوْرِ إِمَّا لِمُجَرَّدِ تَذَكُّرِ الْمَوْتِ وَالْآخِرَةِ فَتَكُوْنُ بِرُؤْيَةِ الْقُبُوْرِ مِنْ غَيْرِ مَعْرِفَةِ أَصْحَابِهَا، أَوْ لِنَحْوِ دُعَاءٍ فَتُسَنُّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ، أَوْ لِلتَّبَرُّكِ فَتُسَنُّ لِأَهْلِ الْخَيْرِ؛ لِأَنَّ لَهُمْ فِي بَرَازِخِهِمْ تَصَرُّفَاتٍ وَبَرَكَاتٍ لَا يُحْصَى مَدَدُهَا، أَوْ لِأَدَاءِ حَقٍّ كَصَدِيْقٍ وَوَالِدٍ لِخَبَرِ: «مَنْ زَارَ قَبْرَ وَالِدَيْهِ أَوْ أَحَدِهِمَا يَوْمَ الْجُمُعَةِ كَانَ كَحَجَّةٍ» وَفِي رِوَايَةٍ «غُفِرَ لَهُ وَكُتِبَ لَهُ بَرَاءَةٌ مِنَ النَّارِ» أَوْ رَحْمَةً وَتَأْنِيْسًا لِمَا رُوِيَ: «آنَسُ مَا يَكُوْنُ الْمَيِّتُ فِي قَبْرِهِ إِذَا زَارَهُ مَنْ كَانَ يُحِبُّهُ فِي الدُّنْيَا» اهـ أَيْعَابٌ.
“(Faidah) Ziarah kubur itu adakalanya:
1. Semata-mata untuk mengingat kematian dan akhirat, maka hal itu cukup dengan melihat kuburan tanpa harus mengenal penghuninya;
2. Atau untuk seumpama doa, maka disunnahkan bagi setiap muslim;
3. Atau untuk tabarruk (mengambil keberkahan), maka disunnahkan untuk (kubur) ahli kebaikan (ulama/orang saleh), karena bagi mereka di alam barzakh terdapat tasharrufat (pengaruh/peran spiritual) dan keberkahan yang tidak terhitung bantuan (madad)-nya;
4. Atau untuk menunaikan hak seperti (hak) sahabat dan orang tua, karena adanya riwayat: "Barangsiapa menziarahi kubur kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya pada hari Jumat, maka ia seperti (pahala) haji," dan dalam satu riwayat: "Diampuni baginya dan dicatat baginya kebebasan dari neraka";
5. Atau untuk memberi rahmat dan rasa nyaman (ta'nis), berdasarkan apa yang diriwayatkan: "Kondisi yang paling membuat mayit merasa nyaman di kuburnya adalah ketika menziarahinya orang yang ia cintai sewaktu di dunia". Habis kutipan dari kitab Al Iii'ab (Syarh Al 'Ubaab karya Imam Ibnu Hajar Al Haitami)”
[Bughyah Al Mustarsyidiin Halaman 97]
اَلْمِثَالُ السَّادِسُ: هَلْ تَجُوْزُ زِيَارَةُ الْقُبُوْرِ؟
زِيَارَةُ الْقُبُوْرِ تُجِيْزُهَا مَذَاهِبُ الْمُسْلِمِيْنَ كُلُّهَا، وَتَشْرَحُ لِلزَّائِرِ آدَابَهَا.
زِيَادَةٌ: بَلْ هِيَ مَنْدُوْبَةٌ لِلِإتِّعَاظِ وَتَذَكُّرِ الْآخِرَةِ، فَتَكُوْنُ بِرُؤْيَةِ الْقُبُوْرِ مِنْ غَيْرِ مَعْرِفَةِ صَاحِبِهَا، أَوْ لِنَحْوِ دُعَاءٍ فَتُسَنُّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ، أَوْ لِلتَّبَرُّكِ فَتُسَنُّ لِأَهْلِ الْخَيْرِ؛ لِأَنَّ لَهُمْ فِي بَرَازِخِهِمْ تَصَرُّفَاتٍ وَبَرَكَاتٍ لَا يُحْصَى مَدَدُهَا، أَوْ لِأَدَاءِ حَقٍّ كَصَدِيْقٍ وَوَالِدٍ.
“Contoh Keenam: Apakah boleh melakukan ziarah kubur?
Ziarah kubur diperbolehkan oleh seluruh mazhab umat Islam, dan setiap mazhab menjelaskan adab-adabnya bagi orang yang berziarah.
Tambahan: Bahkan, ziarah kubur disunnahkan (dianjurkan) untuk mengambil pelajaran dan mengingat akhirat, yang mana hal itu bisa diperoleh hanya dengan melihat kuburan tanpa harus mengenal siapa penghuninya; atau untuk mendoakan, maka disunnahkan bagi setiap muslim; atau untuk tabarruk (mengambil keberkahan), maka disunnahkan mengunjungi kubur para ahli kebaikan (ahli kebaikan/ulama/wali), karena mereka memiliki peran spiritual dan keberkahan di alam barzakh yang tidak terhitung pertolongannya; atau untuk menunaikan hak, seperti ziarah ke makam sahabat atau orang tua”.
[Hujjah Ahlussunah Wal Jama'ah Li Kiyai Al Haji Ali Ma'shum Jawa Tengah Indonesia Halaman 53]
Wallahu A'lamu Bis Shawaab
(Dijawab oleh: 𝗜𝘀𝗺𝗶𝗱𝗮𝗿 𝗔𝗯𝗱𝘂𝗿𝗿𝗮𝗵𝗺𝗮𝗻 𝗔𝘀 𝗦𝗮𝗻𝘂𝘀𝗶)
𝙇𝙞𝙣𝙠 𝘼𝙨𝙖𝙡>>
𝘼𝙧𝙩𝙞𝙠𝙚𝙡 𝙏𝙚𝙧𝙠𝙖𝙞𝙩>>
