(Foto: YouTube)
𝗣𝗲𝗿𝘁𝗮𝗻𝘆𝗮𝗮𝗻:
Assalamualaikum izin bertanya ustad apa tandanya jika se'orang sering bermimpi malaikat jibril, mikail,israfil,izrail
[𝗜𝘀𝗳𝗮𝗵57]
𝗝𝗮𝘄𝗮𝗯𝗮𝗻:
Waalaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh
(قَالَ الأُسْتَاذُ أَبُوو سَعِيدٍ) رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: رُؤْيَةُ المَلَائِكَةِ فِي النَّوْمِ إِذَا كَانُوا مَعْرُوفِينَ مُسْتَبْشِرِينَ تَدُلُّ عَلَى ظُهُورِ شَيْءٍ لِصَاحِبِ الرُّؤْيَا، وَعِزٍّ وَقُوَّةٍ وَبِشَارَةٍ وَنَصْرَةٍ بَعْدَ ظُلْمٍ، وَشِفَاءٍ بَعْدَ مَرَضٍ، أَوْ أَمْنٍ بَعْدَ خَوْفٍ، أَوْ يُسْرٍ بَعْدَ فَقْرٍ، أَوْ فَرَحٍ بَعْدَ شِدَّةٍ. وَتَقْتَضِي أَنْ يَحُجَّ صَاحِبُهَا وَيَغْزُوَ فَيُسْتَشْهَدُونَ. فَإِنْ رَأَى كَأَنَّهُ يُعَادِي جِبْرِيلَ وَمِيكَائِيلَ أَوْ يُجَادِلُهُمَا، فَإِنَّهُ فِي أَمْرٍ يَحِلُّ بِهِ نِقْمَةُ اللهِ تَعَالَى مِنْ سَاعَةٍ إِلَى سَاعَةٍ، وَكَانَ رَأْيُهُ مُوَافِقًا لِرَأْيِ اليَهُودِ، نَعُوذُ بِاللهِ. وَإِنْ رَأَى أَنَّهُ أَخَذَ مِنْ جِبْرِيلَ طَعَامًا، فَإِنَّهُ يَكُونُ مِنْ أَهْلِ الجَنَّةِ إِنْ شَاءَ اللهُ. وَإِنْ رَآهُ حَزِينًا مَهْمُومًا، أَصَابَتْهُ شِدَّةٌ وَعُقُوبَةٌ لِأَنَّهُ مَلَكُ العُقُوبَةِ.
"(Al-Ustadz Abu Sa'id) radhiyallahu 'anhu berkata: Melihat malaikat di dalam tidur, apabila mereka dikenal dan tampak bergembira, menunjukkan akan munculnya sesuatu (kebaikan) bagi orang yang bermimpi, serta kemuliaan, kekuatan, kabar gembira, dan pertolongan setelah kedzaliman, kesembuhan setelah sakit, rasa aman setelah ketakutan, kemudahan setelah kemiskinan, atau kegembiraan setelah kesusahan. Mimpi ini juga menuntut pemiliknya untuk berhaji dan berperang lalu mati syahid. Namun, jika ia bermimpi seolah-olah memusuhi Jibril dan Mikail atau membantah keduanya, maka ia berada dalam suatu perkara yang dapat mendatangkan murka Allah Ta'ala dari waktu ke waktu, dan pendapatnya sesuai dengan pendapat kaum Yahudi—kita berlindung kepada Allah darinya. Jika ia bermimpi mengambil makanan dari Jibril, maka ia termasuk penghuni surga, insya Allah. Dan jika ia melihat Jibril dalam keadaan sedih dan duka, maka ia akan ditimpa kesusahan dan hukuman, karena Jibril adalah malaikat yang membawa hukuman/siksa."
(وَمَنْ رَأَى) مِيكَائِيلَ عَلَيْهِ السَّلَامُ، فَإِنَّهُ يَنَالُ مُنَاهُ فِي الدَّارَيْنِ إِنْ كَانَ تَقِيًّا. وَإِنْ لَمْ يَكُنْ تَقِيًّا فَلْيَحْذَرْ. فَإِنْ رَآهُ فِي بَلْدَةٍ أَوْ قَرْيَةٍ، مُطِرَ أَهْلُهَا مَطَرًا وَرَخُصَتِ الأَسْعَارُ فِيهَا. فَإِنْ كَلَّمَ صَاحِبَ الرُّؤْيَا أَوْ أَعْطَاهُ شَيْئًا، فَإِنَّهُ يَنَالُ نِعْمَةً وَسُرُورًا لِأَنَّهُ مَلَكُ الرَّحْمَةِ.
"(Dan barangsiapa yang melihat) Mikail 'alaihissalam, maka ia akan mencapai cita-citanya di dunia dan akhirat jika ia adalah orang yang bertakwa. Namun jika ia bukan orang yang bertakwa, maka hendaklah ia berhati-hati. Jika ia melihatnya di suatu kota atau desa, maka penduduknya akan dicurahi hujan dan harga-harga barang di sana menjadi murah. Jika Mikail berbicara kepada orang yang bermimpi atau memberinya sesuatu, maka ia akan memperoleh nikmat dan kegembiraan, karena Mikail adalah malaikat rahmat."
(وَمَنْ رَأَى) إِسْرَافِيلَ عَلَيْهِ السَّلَامُ مَحْزُونًا يَنْفُخُ فِي الصُّورِ وَظَنَّ أَنَّهُ سَمِعَهُ وَحْدَهُ دُونَ غَيْرِهِ، فَإِنَّ صَاحِبَ الرُّؤْيَا يَمُوتُ. فَإِنْ كَانَ يَظُنُّ أَنَّ أَهْلَ ذَلِكَ المَوْضِعِ سَمِعُوهُ، ظَهَرَ فِي ذَلِكَ المَوْضِعِ مَوْتٌ ذَرِيعٌ. وَقِيلَ: إِنَّ هَذِهِ الرُّؤْيَا تَدُلُّ عَلَى العَدْلِ بَعْدَ انْتِشَارِ الظُّلْمِ، وَعَلَى هَلَاكِ الظَّلَمَةِ فِي تِلْكَ النَّاحِيَةِ.
"(Dan barangsiapa yang melihat) Israfil 'alaihissalam duka cita sambil meniup sangkakala, dan orang tersebut mengira bahwa hanya dialah yang mendengarnya sendiri tanpa orang lain, maka orang yang bermimpi itu akan meninggal. Namun jika ia mengira bahwa penduduk tempat tersebut juga mendengarnya, maka akan terjadi kematian massal di tempat itu. Dikatakan pula bahwa mimpi ini menunjukkan timbulnya keadilan setelah meluasnya kedzaliman, serta kebinasaan orang-orang dzalim di wilayah tersebut."
(وَمَنْ رَأَى) مَلَكَ المَوْتِ عَلَيْهِ السَّلَامُ مَسْرُورًا، مَاتَ شَهِيدًا. فَإِنْ رَآهُ بَاسِرًا سَاخِطًا، مَاتَ عَلَى غَيْرِ تَوْبَةٍ.
"(Dan barangsiapa yang melihat) Malaikat Maut (Izrail) 'alaihissalam dalam keadaan gembira, maka ia akan mati syahid. Namun jika ia melihatnya bermuka masam dan murka, maka ia akan mati tanpa membawa taubat."
(وَمَنْ رَأَى) كَأَنَّهُ يُصَارِعُهُ فَصَرَعَهُ، مَاتَ. فَإِنْ لَمْ يَكُنْ صَرَعَهُ، أَشْفَى عَلَى المَوْتِ ثُمَّ نَجَّاهُ اللهُ. وَقِيلَ: (مَنْ رَأَى) مَلَكَ المَوْتِ طَالَ عُمُرُهُ.
"(Dan barangsiapa yang melihat) seolah-olah ia bergulat dengan Malaikat Maut lalu Malaikat Maut membantingnya (mengalahkannya), maka ia akan mati. Jika Malaikat Maut tidak berhasil membantingnya, ia berada di ambang kematian namun kemudian Allah menyelamatkannya. Ada pula yang mengatakan: barangsiapa yang melihat Malaikat Maut, maka usianya akan panjang."
[Tafsiir Al Ahlaam Li Ibn Siriin I/63-64]
Wallahu A'lamu Bis Shawaab
(Dijawab oleh: 𝗜𝘀𝗺𝗶𝗱𝗮𝗿 𝗔𝗯𝗱𝘂𝗿𝗿𝗮𝗵𝗺𝗮𝗻 𝗔𝘀 𝗦𝗮𝗻𝘂𝘀𝗶)
𝙇𝙞𝙣𝙠 𝘼𝙨𝙖𝙡>>
𝘼𝙧𝙩𝙞𝙠𝙚𝙡 𝙏𝙚𝙧𝙠𝙖𝙞𝙩>>
