2236. HUKUM MENGGUNAKAN WAFAQ

(Foto: Facebook)

𝗣𝗲𝗿𝘁𝗮𝗻𝘆𝗮𝗮𝗻:
Assalamu'alaikum

Tersebar di medsos wafak rebo wekasan

Pertanyaan :

Apa hukumnya menggunakan wafak? 

Terimakasih
[+62 823-1713-7563]

𝗝𝗮𝘄𝗮𝗯𝗮𝗻:
Waalaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh 

Menggunakan Wafaq atau ilmu wafaq tergantung kegunaannya. Yakni: Jika digunakan hal baik maka hukumnya mubah (boleh), sementara itu bila digunakan untuk hal haram atau membantu perbuatan haram hukumnya berubah menjadi haram. Adapun Wafaq yang disebutkan Ulama yang digunakan untuk Rabu terakhir bulan Shafar untuk menolak semacam bencana yang berfaedah bagi anak kecil dan wanita serta selain keduanya termasuk hal baik tentunya boleh dilakukan.

2 - وَسُئِلَ فَسَحَ اللهُ فِي مُدَّتِهِ: مَا حُكْمُ عِلْمِ الْأَوْفَاقِ؟ فَأَجَابَ نَفَعَ اللهُ بِعُلُومِهِ: بِأَنَّ عِلْمَ الْأَوْفَاقِ يَرْجِعُ إِلَى مُنَاسَبَاتِ الْأَعْدَادِ وَجَعْلِهَا عَلَى شَكْلٍ مَخْصُوصٍ، وَهَذَا كَأَنْ يَكُونَ بِشَكْلٍ مِنْ تِسْعِ بُيُوتٍ مَبْلَغُ الْعَدَدِ مِنْ كُلِّ جِهَةٍ خَمْسَةَ عَشَرَ، وَهُوَ يَنْفَعُ لِلْحَوَائِجِ وَإِخْرَاجِ الْمَسْجُونِ وَوَضْعِ الْجَنِينِ وَكُلِّ مَا هُوَ مِنْ هَذَا الْمَعْنَى، وَضَابِطُهُ: بَطَدٌ زَهَجٌ وَاحٌ. وَكَانَ الْغَزَالِيُّ رَحِمَهُ اللهُ يَعْتَنِي بِهِ كَثِيرًا حَتَّى نُسِبَ إِلَيْهِ، وَلَا مَحْذُورَ فِيهِ إِنِ اسْتُعْمِلَ لِمُبَاحٍ، بِخِلَافِ مَا إِذَا اسْتُعِينَ بِهِ عَلَى حَرَامٍ، وَعَلَيْهِ يُحْمَلُ جَعْلُ الْقَرَافِيِّ الْأَوْفَاقَ مِنَ السِّحْرِ.
“Beliau (Imam Ibnu Hajar Al Haitami) ditanya - semoga Allah memperpanjang usianya—: "Apakah hukum 'Ilm al-Aufaq (ilmu wafa' / matematika jimat kuadrat ajaib)?"

Maka beliau menjawab - semoga Allah memberikan manfaat dengan ilmu-ilmunya—: Bahwasanya ilmu al-Aufaq itu merujuk pada kesesuaian/korelatif angka-angka dan penyusunannya dalam bentuk khusus. Contohnya seperti bentuk yang terdiri dari sembilan kotak (wafaq 3x3) di mana jumlah angka dari setiap sisinya adalah lima belas (15). Ilmu ini berguna untuk hajat-hajat, mengeluarkan orang dari penjara, memperlancar kelahiran janin, serta segala hal yang sepadan dengan makna tersebut. Kaidah/kunci angkanya adalah بَطَدٌ زَهَجٌ وَاحٌ (Ba-Tha-Dal, Za-Ha-Jim, Wa-Alif-Ha).

Dahulu Imam al-Ghazali rahimahullah sangat menaruh perhatian pada ilmu ini hingga ilmu tersebut dinisbatkan/dihubungkan kepadanya. Tidak ada larangan (keharaman) padanya jika digunakan untuk hal yang mubah (diperbolehkan). Berbeda halnya jika digunakan untuk membantu perbuatan haram. Atas dasar pembedaan (tujuan) inilah, pandangan Imam al-Qarafiy (Ulama Malikiyyah) yang memasukkan al-Aufaq sebagai bagian dari sihir harus dipahami (yakni jika ditujukan untuk hal yang haram)”.
[Al Fatawa Al Haditsiyyah Li Ibn Hajar Al Haitami Halaman 2]

Wallahu A'lamu Bis Shawaab

(Dijawab oleh: 𝗜𝘀𝗺𝗶𝗱𝗮𝗿 𝗔𝗯𝗱𝘂𝗿𝗿𝗮𝗵𝗺𝗮𝗻 𝗔𝘀 𝗦𝗮𝗻𝘂𝘀𝗶)

𝙇𝙞𝙣𝙠 𝘼𝙨𝙖𝙡>>

Komentari

Lebih baru Lebih lama