2170. POSISI KEPALA MAYIT KETIKA DIBAWA KE KUBURAN

(Foto: Ramadan - iNews)

𝗣𝗲𝗿𝘁𝗮𝗻𝘆𝗮𝗮𝗻:
Assalamualaikum 
Membawa mayit itu shrusnya kepala mayit dulu apa kaki dulu ? ...
[+62 831-6077-2776]

𝗝𝗮𝘄𝗮𝗯𝗮𝗻:
Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh 

Yang sunah ketika membawa atau tengah diperjalanan mayit menuju area pemakaman arah kepala mayit diletakkan didepan yakni arah kepalanya menuju jalan bukan kakinya diletakkan didepan baik posisinya menghadap kiblat atau tidak.

(وَالْإِسْرَاعُ بِهَا) بَيْنَ الْمَشْيِ الْمُعْتَادِ وَالْخَبَبِ إِنْ لَمْ يَضُرَّهُ، وَإِلَّا تَأَنَّى، وَيُنْدَبُ سَتْرُ الْمَرْأَةِ بِشَيْءٍ كَالْخَيْمَةِ وَلَوْ مِنْ حَرِيرٍ عِنْدَ (م ر) حَتَّى يَجُوزُ تَحْلِيَةُ الْمَرْأَةِ بِالْحُلِيِّ إِنْ رَضِيَ الْوَرَثَةُ الْكَامِلُونَ، وَأَنْ يَكُونَ رَأْسُ الْمَيِّتِ أَوَّلَ النَّعْشِ وَلَوْ لِغَيْرِ الْقِبْلَةِ
“("Dan disunnahkan menyegerakan membawa jenazah") dengan kecepatan di antara jalan biasa dan jalan cepat (setengah berlari) sekiranya tidak sampai mengubah posisi jenazah (atau membahayakan pengusung). Jika hal itu membahayakannya, maka hendaklah berjalan dengan tenang/perlahan. Dan disunnahkan menutupi jenazah wanita dengan sesuatu seperti kubah/tenda (di atas kerandanya), meskipun kain penutup itu terbuat dari sutra menurut pendapat Imam Ramli. Bahkan boleh menghiasi jenazah wanita tersebut dengan perhiasan jika para ahli waris yang mukallaf (dewasa dan berakal) meridhainya serta (disunnahkan)𝗽𝗼𝘀𝗶𝘀𝗶 𝗸𝗲𝗽𝗮𝗹𝗮 𝗺𝗮𝘆𝗶𝘁 𝗯𝗲𝗿𝗮𝗱𝗮 𝗱𝗶 𝗯𝗮𝗴𝗶𝗮𝗻 𝗱𝗲𝗽𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗿𝗮𝗻𝗱𝗮, meskipun ketika berjalan arahnya tidak menghadap kiblat”.
[Busyral Kariim II/32]

(قَوْلُهُ: إلَى تَنْكِيسِ رَأْسِ الْمَيِّتِ) يُؤْخَذُ مِنْهُ أَنَّ السُّنَّةَ فِي وَضْعِ رَأْسِ الْمَيِّتِ فِي حَالِ السَّيْرِ أَنْ يَكُونَ إلَى جِهَةِ الطَّرِيقِ سَوَاءٌ الْقِبْلَةُ وَغَيْرُهَا بَصْرِيٌّ
(Perkataan Pengarang - Imam Ibnu Hajar Al Haitami - "Sampai pada posisi menjungkirkan kepala mayit") dapat dipahami dari perkataan tersebut bahwa hal yang sunnah dalam 𝗺𝗲𝗹𝗲𝘁𝗮𝗸𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗼𝘀𝗶𝘀𝗶 𝗸𝗲𝗽𝗮𝗹𝗮 𝗺𝗮𝘆𝗶𝘁 𝗸𝗲𝘁𝗶𝗸𝗮 𝗽𝗲𝗿𝗷𝗮𝗹𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗵𝗮𝗱𝗮𝗽𝗸𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗮𝗿𝗮𝗵 𝗷𝗮𝗹𝗮𝗻 (mengiringi jenazah), baik jalan tersebut mengarah ke kiblat maupun ke arah lainnya. (Demikian dikutip dari) Imam Al-Bashri”.
[Hawasyi As Syarwani Ala Tuhfah III/130]

Wallahu A'lamu Bis Shawaab

(Dijawab oleh: 𝗜𝘀𝗺𝗶𝗱𝗮𝗿 𝗔𝗯𝗱𝘂𝗿𝗿𝗮𝗵𝗺𝗮𝗻 𝗔𝘀 𝗦𝗮𝗻𝘂𝘀𝗶)

𝙇𝙞𝙣𝙠 𝘼𝙨𝙖𝙡>>

𝘼𝙧𝙩𝙞𝙠𝙚𝙡 𝙏𝙚𝙧𝙠𝙖𝙞𝙩>>

Komentari

Lebih baru Lebih lama