(Foto: Hati Senang)
𝗣𝗲𝗿𝘁𝗮𝗻𝘆𝗮𝗮𝗻:
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh..
Sebelumnya mhn Maaf🙏yg fakir izinkan utk bertanya Kiayi Ismidar Abdurrahman As-Sanusi .. dan jika berkenan ustadz yg lain nya pun boleh utk berbagi Ilmunya..
Apa itu Syafaat..?
Dan apa itu depinisi Syafaat itu?
Mohon di jelaskan
Htr terima kasih
Jazaakumullaahu Khairan Katsiiran..
[+62 856-9784-9616]
𝗝𝗮𝘄𝗮𝗯𝗮𝗻:
Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh
𝗗𝗘𝗙𝗜𝗡𝗜𝗦𝗜 𝗦𝗬𝗔𝗙𝗔'𝗔𝗧
شَفَاعَةٌ
التَّعْرِيفُ
1 - الشَّفَاعَةُ فِي اللُّغَةِ: مِنْ شَفَعَ إِلَى فُلاَنٍ فِي الأَْمْرِ شَفْعًا، وَشَفَاعَةً طَالَبَهُ بِوَسِيلَةٍ، أَوْ ذِمَامٍ (1) . أَوْ هِيَ التَّوَسُّطُ بِالْقَوْلِ فِي وُصُولِ شَخْصٍ إِلَى مَنْفَعَةٍ دُنْيَوِيَّةٍ أَوْ أُخْرَوِيَّةٍ أَوْ إِلَى خَلاَصٍ مِنْ مَضَرَّةٍ كَذَلِكَ (2) . أَوْ هِيَ سُؤَالُ التَّجَاوُزِ عَنِ الذُّنُوبِ مِنَ الَّذِي وَقَعَتِ الْجِنَايَةُ فِي حَقِّهِ (3) . وَاسْتُشْفِعَ بِفُلاَنٍ إِلَيَّ طُلِبَ مِنْهُ أَنْ يُشَفَّعَ فَشَفَّعْتُهُ أَيْ قَبِلْتُ شَفَاعَتَهُ (4) .
2 - وَالشَّفَاعَةُ إِنْ كَانَتْ إِلَى اللَّهِ فَهِيَ الدُّعَاءُ لِلْمَشْفُوعِ لَهُ، فَفِي الأَْثَرِ: مَنْ دَعَا لأَِخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: وَلَكَ بِمِثْلٍ (5) . وَإِنْ كَانَتْ إِلَى النَّاسِ فَهِيَ كَلاَمُ الشَّفِيعِ فِي حَاجَةٍ يَطْلُبُهَا لِغَيْرِهِ إِلَى مَنْ يَسْتَطِيعُ قَضَاءَهَا كَالْمَلِكِ مَثَلاً (1) . وَلاَ يَخْرُجُ اصْطِلاَحُ الْفُقَهَاءِ عَنِ الْمَعْنَى اللُّغَوِيِّ.
_________________
[الْحَوَاشِي وَالْمَرَاجِعُ]:
(1) الْمِصْبَاحُ الْمُنِيرُ.
(2) الْفُتُوحَاتُ الإِلَهِيَّةُ فِي تَفْسِيرِ آيَةِ: (مَنْ يَشْفَعْ شَفَاعَةً حَسَنَةً) (الآيَةُ 85 مِنْ سُورَةِ النِّسَاءِ).
(3) التَّعْرِيفَاتُ لِلْجُرْجَانِيِّ.
(4) الْقَامُوسُ.
(5) حَدِيثُ: "مَنْ دَعَا لأَِخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ..." أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ (4 / 2094 - طَبْعَةُ الْحَلَبِيِّ) مِنْ حَدِيثِ أَبِي الدَّرْدَاءِ.
(1) لِسَانُ الْعَرَبِ، الْفُتُوحَاتُ الإِلَهِيَّةُ.
𝗦𝗬𝗔𝗙𝗔'𝗔𝗧
• 𝗗𝗲𝗳𝗶𝗻𝗶𝘀𝗶
1 - Syafaat menurut bahasa: Berasal dari kata syafa’a ila fulan fil amri syaf’an wa syafā’atan, bermakna seseorang meminta kepada orang lain dengan menggunakan wasilah (perantara) atau dzimam (hak perlindungan/hubungan baik) (1). Atau syafaat berarti: Menjadi perantara melalui ucapan (rekomendasi) demi hantaran seseorang untuk meraih kemanfaatan duniawi maupun ukhrawi (akhirat), atau agar ia selamat dari kemudaratan serupa (2). Atau ia berarti: Permohonan pengampunan atas dosa-dosa kepada pihak yang haknya telah dilanggar akibat tindak pidana/kesalahan tersebut (3). Dan kalimat ustusyfi'a bi fulanin ilayya bermakna: Diminta dari orang tersebut agar ia memberikan syafaat (bantuan perantaraan). Lalu famasyaffa'tuhu bermakna: "Maka aku menerima syafaat (perantaraan)-nya" (4).
2 - Syafaat jika ditujukan kepada Allah, maka maknanya adalah doa demi kebaikan orang yang dimohonkan syafaat baginya (al-masyfu' lahu). Sebagaimana termaktub dalam atsar (riwayat): "Barang siapa yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya tersebut, maka malaikat yang diserahi tugas mendampinginya akan berkata: Dan bagimu hal yang serupa." (5).
Jika ditujukan kepada manusia, maka ia bermakna ucapan dari pemberi syafaat (as-syafī') demi memenuhi suatu hajat yang ia mintakan untuk orang lain, yang diajukan kepada pihak yang memiliki kapasitas/kemampuan untuk memenuhinya, seperti seorang raja misalnya (1). Adapun istilah (syafaat) menurut para ahli fikih (fuqaha) tidak keluar dari cakupan makna bahasanya tersebut.
______________
(Catatan kaki):
(1) Al-Misbah al-Munir.
(2) Al-Futuhat al-Ilahiyyah, saat menafsirkan ayat: "Barang siapa yang memberikan syafaat yang baik..." (QS. An-Nisa: 85).
(3) Al-Ta'rifat karya Al-Jurjani.
(4) Al-Qamus (Al-Muhith).
(5) Hadits: "Barang siapa yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya..." Dikeluarkan oleh Imam Muslim (4/2094 - cetakan Al-Halabi) dari hadis Abu Darda.
(1) Lisan al-Arab, Al-Futuhat al-Ilahiyyah.
[Al Mausu'ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah XXVI/131]
Secara umum Syafaat adalah meminta/memberi pertolongan sebagai perantara, ini menunjukkan kalau anak memberi syafaat kepada orang tuanya berarti anak sebagai perantara memberikan pertolongan kepada orang tuanya Dengan kehendak Allah.
Wallahu A'lamu Bis Shawaab
(Dijawab oleh: 𝗜𝘀𝗺𝗶𝗱𝗮𝗿 𝗔𝗯𝗱𝘂𝗿𝗿𝗮𝗵𝗺𝗮𝗻 𝗔𝘀 𝗦𝗮𝗻𝘂𝘀𝗶)
𝙇𝙞𝙣𝙠 𝘼𝙨𝙖𝙡>>
𝘼𝙧𝙩𝙞𝙠𝙚𝙡 𝙏𝙚𝙧𝙠𝙖𝙞𝙩>>
